Daur Karbon
Proses daur karbon dialam pertama kali diusulkan pada tahun 1938
oleh fisikawan Hans Bethe. Menurut beliau daur karbon atau daur cc (carbon
cycle) adalah salah satu dari dua reaksi fusi yang mengubah hidrogen menjadi
helium di dalam inti bintang, reaksi lainnya adalah reaksi rantai
proton-proton.
Reaksi rantai
proton-proton terutama terjadi di dalam bintang-bintang seukuran Matahari atau
lebih kecil, namun reaksi pertama dari rantai proton-proton yang melibatkan dua
proton memiliki penampang nuklir (cross section) yang kecil. Pada temperatur
yang lebih tinggi bottleneck tersebut dilalui dengan memanfaatkan atom-atom
karbon sebagai katalis dalam reaksi. Pada kondisi suhu inti Matahari, hanya
1,7% 4He yang diproduksi melalui mekanisme daur karbon ini, tetapi di dalam
bintang-bintang yang lebih berat daur karbon menjadi sumber energi utama.
Daur karbon juga dapat diartikan sebagai Rangkaian transformasi, karbon dioksida ditetapkan sebagai karbon atau senyawa karbon dalam organisme-organisme hidup melalui fotosintesa atau komosintesi, dibebaskan melalui respirasi dan atau kematian dan penguraian organisme pengikat, yang digunakan oleh spesies heterofik, dan akhirnya dikembalikan kepada keadaan asli untuk digunakan lagi. Daur karbon merupakan bagian dari daur energi. Reaksi fotosintesis sangat esensial untuk daur karbon maupun daur energi, melalui proses fotosintesis tersebut karbon dioksida berhubungan dengan mahluk hidup. Melalui proses fotosintesisnya tumbuhan hijau berperan dalam daur karbon, karbon diubah menjadi karbohidrat dengan bantuan energi matahari dan pigmen klorofil. Reaksi tersebut biasanya terjadi dihutan-hutan padang rumput dan juga dirumput laut dilautan. Dalam daur karbon,karbon dioksida dibutuhkan tumbuhan yang kemudian akan dikonsumsi hewan, ikan dan manusia untuk kebutuhan sel dan energi. Dalam bentuk karbon dioksida dikembalikan kealam, bila hewan atau tumbuhan tersebut mati akibat kerja mikroorganisme karbon akan dikembalikan kebumi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar